GuidePedia

0

Di antara keistimewaannya, Al-Qur'an di mudahkan oleh Allah. 

Pernyataan ini terulang empat kali dalam surah al-Qamar. Baik kemudahan cara membaca, menghafalkan, dan memahaminya. Kata "yassarna" dalam ayat tersebut menunjukkan bahwa semua kegiatan membaca, menghafal, memahami, dan menerjemahkan perlu tahapan dan waktu. Saat ini banyak sekali metode membaca, menerjemahkan, dan menghafal Al-Qur'an. Saat ini jumlah penghafal Al-Qur'an di seluruh dunia sudah mencapai jutaan. Hal ini tak dijumpai kitab suci manapun kecuali Al-Qur'an.

Kebenaran Al-Qur'an akan terus teruji sepanjang zaman. Hanya orang berhati bersih, objektif, bernalar sehat, tulus mencari kebenaran akan menemukan kebenaran Al-Qur'an dari seluruh seginya. 

Benarlah firman Allah SWT; 

سنريهم ايتنا في الافاق وفي انفسهم حتى يتبين لهم انه الحق.


Oleh karena itu, jika ingin terbuka pintu hati, mintalah dengan sungguh-sungguh kepada Allah agar bisa memahami kitab suci-Nya. Akan menjadi satu kebahagiaan sendiri manakala kita bisa memahami ayat-ayatNya.

Di media sosial sering kali kita jumpai umpatan dan penghinaan pada simbol-simbol keislaman seperti Nabi Muhammad Saw, Al-Qur'an dan sebagainya. Yang membikin hati ini panas, darah seolah mendidih, sikap kita adalah bersabar. Hal itu terjadi karena ketidaktahuan mereka terhadap kebenaran Islam dan Al-Qur'an. Bukankah Nabi sendiri disebut orang gila, pesihir, tukang tenung, penyair? Dan Al-Qur'an dianggap sebagai "asathirul awwalin" (dongeng masa lalu).

Sikap kita adalah mendo'akan mereka agar mendapat hidayah dari Allah. Sebagaimana do'a Nabi: 

اللهم اهد قومي فانهم لا يعلمون.


Ini lebih baik daripada melakukan kekerasan terhadap mereka. Kalau kita terpancing pada hasutan-hasutan itu, kekisruhan malah bisa jadi berkepanjangan.

Oleh : Dr. KH. Ahsin Sakho Muhammad, MA

Posting Komentar

 
Top